BAGANSIAPIAPI – Genangan air yang sebelumnya terjadi di sejumlah titik di Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, mulai berangsur surut. Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mengintensifkan penanganan dengan mengerahkan dua unit alat berat jenis excavator untuk menormalisasi saluran drainase.
Langkah ini dilakukan guna memperlancar aliran air, terutama pada saluran yang mengalami pendangkalan dan penyumbatan. Normalisasi drainase diharapkan dapat mempercepat surutnya genangan sekaligus mengurangi potensi air bertahan lebih lama di jalan dan kawasan permukiman ketika hujan deras kembali terjadi.
Dua unit excavator saat ini dioperasikan untuk melakukan pengerukan dan pembenahan saluran drainase di wilayah Kecamatan Bangko. Pekerjaan tersebut difokuskan pada titik-titik yang membutuhkan penanganan agar kapasitas saluran dapat berfungsi lebih optimal dalam menampung dan mengalirkan limpasan air hujan.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Rokan Hilir, Khoirul Fahmi, ST, mengatakan bahwa penanganan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Bupati Rokan Hilir, H. Haji Bistamam, agar jajaran terkait terus melakukan upaya penanganan genangan, khususnya saat intensitas hujan meningkat.
Menurutnya, normalisasi drainase menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi hambatan aliran air akibat pendangkalan maupun penyumbatan saluran. Melalui pengerjaan secara bertahap, PUPR Rohil berupaya meningkatkan fungsi jaringan drainase sehingga aliran air dapat bergerak lebih lancar dan genangan tidak berlangsung terlalu lama.
Penanganan ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dalam membenahi infrastruktur perkotaan, khususnya sistem drainase yang berperan penting dalam mengendalikan limpasan air hujan.
Pemerintah daerah berharap pekerjaan normalisasi yang terus dilakukan dapat membantu menjaga kelancaran mobilitas masyarakat serta mengurangi risiko genangan berulang di sejumlah kawasan Bagansiapiapi.
Upaya tersebut memerlukan penanganan yang berkelanjutan, disertai pemeliharaan saluran drainase agar fungsi pengaliran air tetap terjaga, terutama ketika curah hujan tinggi. (Infotorial Diskominfotiks Rokan Hilir)
BAGANSIAPIAPI – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) terus mendorong transformasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan, termasuk pada layanan administrasi kepegawaian. Salah satu langkah yang dilakukan adalah perekaman Tanda Tangan Elektronik (TTE) bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di lingkungan Pemkab Rohil.
Komitmen tersebut terlihat saat Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, meninjau langsung pelaksanaan perekaman TTE di Aula Kantor Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotiks) Rohil, Rabu (14/10/2026).
Dalam kunjungan itu, Bupati didampingi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Rohil, Yulisma, serta Inspektur Daerah, Sarman Syahroni. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan proses perekaman identitas digital bagi PPPK Paruh Waktu.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola administrasi kepegawaian berbasis digital agar proses pelayanan dapat berlangsung lebih tertib, efisien, dan akuntabel.
TTE Dukung Administrasi Kepegawaian Berbasis Digital Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Diskominfotiks Rohil, Juliandra, SH, menyambut baik kunjungan Bupati beserta jajaran. Menurutnya, perhatian langsung pimpinan daerah menjadi dukungan bagi pelaksanaan transformasi digital di lingkungan pemerintahan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati beserta Ibu Yulisma selaku Kepala BKPSDM yang telah meninjau langsung kegiatan perekaman tanda tangan elektronik untuk tenaga PPPK Paruh Waktu,” ujar Juliandra.
Ia menjelaskan, penerapan TTE diarahkan untuk mendukung proses administrasi kepegawaian secara digital, termasuk kebutuhan administrasi kontrak kerja pegawai pada masa mendatang. Melalui sistem digital tersebut, proses administrasi diharapkan dapat dilakukan secara lebih praktis dan terintegrasi, sekaligus mengurangi ketergantungan pada prosedur manual. BKPSDM Perkuat Validasi Identitas Digital
Kepala BKPSDM Rohil, Yulisma, menjelaskan bahwa perekaman TTE merupakan bagian dari upaya validasi identitas digital tenaga PPPK Paruh Waktu. Pelaksanaannya dilakukan melalui koordinasi antara BKPSDM dan Diskominfotiks Rohil.
Menurutnya, validasi identitas menjadi bagian penting dalam mendukung ketertiban administrasi kepegawaian, terutama dalam pengelolaan data dan dokumen yang berkaitan dengan hubungan kerja pegawai.
“Kami dari BKPSDM telah menyiapkan alur teknis yang berkolaborasi dengan Diskominfotiks guna memvalidasi identitas digital seluruh tenaga PPPK Paruh Waktu. Langkah ini sangat penting untuk memastikan tata kelola administrasi kepegawaian berjalan dengan transparan, akurat, dan memiliki payung hukum yang kuat sejalan dengan kebijakan pimpinan daerah,” terang Yulisma.
Sinergi kedua perangkat daerah tersebut diharapkan dapat mendukung pengelolaan administrasi kepegawaian yang lebih terstruktur serta mempermudah proses pelayanan bagi pegawai di lingkungan Pemkab Rohil.
Kendala Jaringan Sempat Terjadi Dalam pelaksanaan perekaman, Juliandra mengungkapkan sempat terjadi kendala jaringan yang berdampak pada koneksi ke server selama beberapa menit saat proses pengambilan data.
Meski demikian, kendala tersebut dapat diatasi dan kegiatan tetap berjalan. Ia menilai kesiapan sumber daya manusia dan koordinasi teknis menjadi faktor pendukung dalam menjaga kelancaran proses perekaman. “Kendala yang ada cuma masalah biasa, karena sempat terjadi keterlambatan jaringan yang berpengaruh ke server sekitar beberapa menit saat penjemputan data. Selebihnya, proses pelaksanaan masih berjalan normal. Kita juga memiliki SDM yang memang sudah siap untuk melaksanakan rangkaian kegiatan perekaman ini,” jelasnya. Optimalkan Pemanfaatan Aplikasi SIKOPAR
Perekaman TTE bagi PPPK Paruh Waktu tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut komitmen bersama dalam pemanfaatan aplikasi SIKOPAR atau Sistem Informasi Kontrak ASN PPPK dan PPPK Paruh Waktu. Pemanfaatan aplikasi ini diarahkan untuk mendukung pengelolaan administrasi kontrak kepegawaian secara digital, sehingga data dan proses administrasi dapat ditata dengan lebih sistematis.
Melalui penerapan TTE dan pemanfaatan SIKOPAR, Pemkab Rohil berupaya memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis elektronik. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan administrasi, memperkuat akurasi data, serta mewujudkan birokrasi yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Transformasi digital ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menyesuaikan proses kerja pemerintahan dengan kebutuhan pelayanan yang semakin mengandalkan sistem informasi dan teknologi. (Infotorial Diskominfitiks Rokan Hilir)
Sekitar 80 Sekolah di Rohil Terima Program Revitalisasi, Disdikbud Tegaskan FungsiPengawasan
Category: INFOTORIAL ROKAN HILIR
written by lensa86 | Oktober 24, 2026
BAGANSIAPIAPI – Sekitar 80 satuan pendidikan di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP), menerima manfaat Program Revitalisasi Sekolah. Dalam pelaksanaannya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Rohil menegaskan perannya sebatas melakukan pengawasan dan pemantauan, bukan mengelola ataupun mencairkan dana bantuan.
Penegasan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Rohil, Riwansyah, S.STP., dalam rapat koordinasi bersama kepala sekolah dari 18 kecamatan se-Kabupaten Rokan Hilir di Aula Disdikbud Rohil, kawasan Batu Enam, Bagansiapiapi, Rabu (14/10/2026). Rapat koordinasi itu menjadi forum untuk menjelaskan mekanisme pelaksanaan program sekaligus mempertegas pembagian tanggung jawab antara pemerintah daerah dan sekolah penerima bantuan.
Menurut Riwansyah, Program Revitalisasi Sekolah merupakan salah satu program prioritas nasional Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Dana bantuan disalurkan langsung ke rekening sekolah penerima, sedangkan pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan menjadi tanggung jawab masing-masing satuan pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku. “Perlu diketahui, program revitalisasi ini langsung dari pemerintah pusat dan disalurkan kepada pihak sekolah. Sekolah menjadi pelaksana sekaligus penanggung jawab kegiatan. Dinas Pendidikan tidak terlibat dalam pengelolaan maupun pencairan dana tersebut,” tegas Riwansyah.
Ia juga menanggapi informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan permintaan jatah maupun pungutan oleh pihak dinas dalam pelaksanaan program revitalisasi. Riwansyah membantah dugaan tersebut dan meminta masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum memperoleh informasi yang terverifikasi. Menurutnya, pemahaman terhadap mekanisme penyaluran dana dan pembagian kewenangan diperlukan agar pelaksanaan program dapat berjalan sesuai ketentuan, dengan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas.
Kepala Sekolah Sampaikan Pengalaman Pelaksanaan Program Dalam rapat tersebut, sejumlah kepala sekolah penerima bantuan turut memberikan keterangan mengenai penyaluran dana dan perkembangan pekerjaan revitalisasi di satuan pendidikan masing-masing. Kepala TK Attabi’in menyampaikan bahwa dana bantuan diterima langsung oleh pihak sekolah secara utuh. Ia juga menyebutkan bahwa progres pekerjaan fisik di sekolahnya telah mencapai
sekitar 95 persen. Berdasarkan pengalamannya, tidak terdapat pungutan dari Disdikbud Rohil dalam pelaksanaan program tersebut.
Sementara itu, Saringah, Kepala SDN 016 Serusa, Kecamatan Sinaboi, mengapresiasi arahan dan pendampingan yang diberikan Disdikbud Rohil. Ia menyatakan bahwa penyaluran dana berlangsung secara transparan dan tidak disertai pungutan oleh pihak kabupaten.
Keterangan senada disampaikan Kepala SMPN 4 Kubu Babussalam. Ia membantah adanya pungutan sebagaimana isu yang beredar di media sosial dan menjelaskan bahwa pengelolaan dana serta pelaksanaan pekerjaan dilakukan langsung oleh pihak sekolah. Pernyataan para kepala sekolah tersebut menjadi bagian dari keterangan yang disampaikan dalam forum koordinasi terkait pelaksanaan program revitalisasi di Rohil. Diharapkan Dukung Peningkatan Sarana Pendidikan
Riwansyah menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Program Revitalisasi Sekolah yang memberikan kesempatan kepada satuan pendidikan di Rohil untuk memperbaiki fasilitas belajar. Perbaikan sarana dan prasarana tersebut diharapkan dapat menunjang proses pembelajaran serta mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Disdikbud Rohil menegaskan akan menjalankan fungsi pengawasan dan pemantauan sesuai kewenangannya. Sementara itu, sekolah penerima bantuan bertanggung jawab atas pengelolaan dana dan pelaksanaan kegiatan sesuai mekanisme program. Melalui koordinasi antara dinas dan satuan pendidikan, pelaksanaan program revitalisasi diharapkan berlangsung tertib, transparan, dan akuntabel sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh sekolah serta peserta didik di Kabupaten Rokan Hilir. (Infotorial Diskominfotiks Rokan Hilir)
Pascakebakaran di Bagan Barat, Pemkab Rohil Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Category: INFOTORIAL ROKAN HILIR
written by lensa86 | Oktober 24, 2026
ROKAN HILIR – Kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah kebakaran di Jalan Yahya Tatoe, Kelurahan Bagan Barat, Kecamatan Bangko, ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Pemkab Rohil) melalui penyaluran bantuan darurat untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar para korban.
Bantuan yang disalurkan pada Rabu (14/10/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meringankan beban masyarakat yang terdampak, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.
Penyerahan bantuan dilakukan atas nama Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, oleh Inspektur Daerah Kabupaten Rokan Hilir, H. Sarman Syahroni, ST., M.IP., CGCAE, yang hadir mewakili bupati. Kegiatan tersebut turut didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Rohil.
Dalam kesempatan itu, Sarman menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa warga Kelurahan Bagan Barat. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berupaya hadir memberikan dukungan kepada masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit akibat bencana.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, kami turut prihatin yang mendalam atas musibah kebakaran ini. Setiap musibah adalah ujian dari Tuhan Yang Maha Esa. Semoga seluruh korban diberikan ketabahan dan kekuatan. Bantuan ini merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian pemerintah daerah untuk sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di sini,” ujar Sarman.
Bantuan Logistik untuk Kebutuhan Mendesak Sebagai bentuk dukungan awal bagi warga terdampak, Pemkab Rohil menyalurkan sejumlah kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat. Bantuan tersebut meliputi sembako, selimut, kasur, pakaian layak pakai, serta terpal yang dapat dimanfaatkan sebagai perlindungan sementara.
Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah kebakaran, terutama bagi mereka yang membutuhkan perlengkapan dasar untuk menjalani masa pemulihan.
Musibah kebakaran tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga menghadirkan tantangan bagi warga untuk kembali menata kehidupan. Karena itu, pemenuhan kebutuhan dasar menjadi salah satu aspek penting dalam penanganan pascabencana, di samping perhatian terhadap kondisi dan kebutuhan khusus setiap keluarga terdampak.
Kehadiran pemerintah daerah melalui penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan awal bagi masyarakat Bagan Barat dalam melewati masa sulit setelah musibah.
Upaya pemulihan pascakebakaran selanjutnya perlu memperhatikan kondisi kerusakan yang dialami warga serta kebutuhan yang paling mendesak, sehingga bantuan yang diberikan dapat benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat terdampak. (Infotorial Diskominfotiks Rokan Hilir)
Wabup Jhony Charles Apresiasi Peran PNM, Hampir 48 Ribu Nasabah di Rohil Jadi PenggerakEkonomi Kerakyatan
Category: INFOTORIAL ROKAN HILIR
written by lensa86 | Oktober 24, 2026
ROKAN HILIR – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dukungan akses permodalan, pendampingan usaha, serta sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dinilai menjadi kunci dalam membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles, saat menghadiri kegiatan Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Pekanbaru di Gedung Misran Rais, Bagansiapiapi, Rabu (7/10/2026). Dalam kegiatan itu, Jhony Charles menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi PNM yang selama ini berperan dalam menyediakan akses pembiayaan sekaligus program pemberdayaan bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro yang membutuhkan dukungan untuk mengembangkan usahanya.
Menurutnya, keberadaan lembaga pembiayaan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat memiliki arti penting dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah. Tidak hanya membantu pelaku usaha memperoleh modal, upaya tersebut juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi keluarga. “Alhamdulillah, hari ini saya menghadiri kegiatan PNM Cabang Pekanbaru. PNM memiliki peran penting dalam mendukung masyarakat melalui akses permodalan dan pemberdayaan, khususnya bagi para pelaku UMKM,” ujar Jhony Charles. Besarnya potensi ekonomi masyarakat Rokan Hilir turut tercermin dari jumlah nasabah aktif PNM yang mencapai 47.986 nasabah. Angka tersebut menunjukkan luasnya jangkauan pembiayaan mikro sekaligus menggambarkan peluang pengembangan usaha masyarakat di berbagai sektor ekonomi. Potensi ini, menurut Jhony Charles, perlu dioptimalkan melalui kerja sama yang berkelanjutan. Pemerintah daerah, pelaku usaha, lembaga pembiayaan, dan masyarakat harus bergerak bersama agar dukungan terhadap UMKM tidak berhenti pada akses modal, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas, pengembangan pasar, serta keberlangsungan usaha. “Potensi ini harus terus kita dukung dan kembangkan bersama melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan elemen masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PNM atas kontribusi dan komitmen nyata mereka dalam mendukung pelaku usaha di Rokan Hilir,” tambahnya. Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir berharap program pembiayaan dan pemberdayaan seperti yang dijalankan PNM dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan untuk merintis maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Penguatan UMKM diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga membuka peluang kerja, memperluas aktivitas ekonomi masyarakat, dan memperkuat daya tahan perekonomian daerah. Dengan kolaborasi yang konsisten antara pemerintah, lembaga pembiayaan, dan masyarakat, potensi ekonomi mikro di Rokan Hilir diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Infotorial Diskominfotiks Rokan Hilir)